February 7, 2026

Weekly Indonesia News

All About Indonesian News

Mengapa Wisata Olahraga Populer Saat Ini?

Mengapa Wisata Olahraga Populer Saat Ini?

Apa yang dapat Anda pelajari dari artikel ini?

1. Bagaimana olahraga menjadi atraksi wisata yang menarik?

2. Bagaimana tren perkembangan sport pariwisata di Indonesia saat ini?

3. Apa dampak positif peningkatan wisata olahraga?

1. Bagaimana olahraga menjadi atraksi wisata yang menarik?

Mengapa Wisata Olahraga Populer Saat Ini?

Di Indonesia, wisata olahraga sebenarnya sudah lama dikembangkan. Ada dua jenis wisata olah raga yang diselenggarakan di Indonesia, yaitu wisata olah raga keras dan wisata olah raga lunak.

Pariwisata keras mengacu pada acara kompetitif reguler, seperti Asian Games atau Sea Games. Sementara itu, wisata olah raga lunak biasanya mencakup olah raga yang biasa dilakukan masyarakat atau olah raga tertentu di luar multiolahraga, misalnya lari maraton, lari santai, bersepeda, dan selancar.

Beberapa di antaranya sudah pernah tampil di kancah internasional dan menjadi bagian dari kompetisi-kompetisi yang dinantikan. Pada cabang olah raga bersepeda misalnya, Indonesia sudah memiliki beberapa perlombaan bertaraf internasional.

Tingginya tingkat partisipasi dan minat terhadap sejumlah kegiatan wisata olahraga di Indonesia memberikan dampak yang sangat positif terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

Wisata olahraga memang diselenggarakan untuk membantu mempromosikan potensi wisata daerah. Pendekatan ini berhasil meningkatkan popularitas destinasi wisata dan potensi daerah tempat diadakannya kompetisi.

2. Bagaimana tren perkembangan sport pariwisata di Indonesia saat ini?

Mengapa Wisata Olahraga Populer Saat Ini?

Fenomena wisata olah raga di Indonesia menunjukkan tanda-tanda positif. Hal ini mengacu pada Data Statistik Wisatawan Domestik Tahun 2022 hingga 2024 yang menunjukkan adanya peningkatan wisatawan lokal yang melakukan wisata olahraga.

Pada tahun 2022, 4,06 persen wisatawan atau 29,8 juta perjalanan domestik melibatkan kegiatan wisata olahraga. Dua tahun berikutnya persentasenya meningkat menjadi 5,93 persen atau 60,55 juta perjalanan.

Para pelaku industri olahraga dan pariwisata berlomba-lomba menyelenggarakan kegiatan wisata olahraga dengan berbagai jenis acara. Di bidang olahraga lari misalnya, jumlah event lari yang tercatat di website KalenderLari dari tahun 2022 hingga 2025 mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2022 tercatat ada 94 event lari, sedangkan pada tahun 2025 tercatat kurang lebih 556 event.

Di tingkat global, pengembangan sport pariwisata juga dipandang sebagai peluang bagi industri pariwisata. Organisasi global UN Tourism pada tahun 2023 menyatakan nilai wisata olahraga diperkirakan mencapai 609 miliar dolar AS.

Nilainya diperkirakan akan tumbuh hingga 16 persen pada tahun 2030. Prospek pengembangan sport pariwisata dipandang sebagai tren yang konsisten dan akan terus tumbuh seiring dengan perubahan gaya hidup menuju gaya hidup yang lebih sehat.

Tingginya minat masyarakat untuk mencoba kegiatan sport pariwisata setidaknya didorong oleh dua hal.

Pertama, meningkatnya kesadaran akan kesehatan pasca pandemi Covid-19 dan munculnya tren gaya hidup sehat saat ini, khususnya di kalangan anak muda.

Kedua, perubahan perilaku wisatawan mulai mengedepankan pengalaman bermakna dibandingkan sekedar mengunjungi tempat wisata.

3. Apa dampak positif peningkatan wisata olahraga?

Mengapa Wisata Olahraga Populer Saat Ini?

Wisata olahraga membawa dampak positif, tidak hanya secara sosial tetapi juga ekonomi. Secara sosial, wisata olah raga menimbulkan fenomena pencitraan baru bagi daerah-daerah yang menyelenggarakan kegiatan wisata olah raga tersebut.

Untuk kawasan perkotaan, wisata olah raga menyeimbangkan hiruk pikuk kota besar. Sedangkan untuk kawasan perdesaan dan kawasan budaya, wisata olah raga menambah warna keunikan lokal daerah tersebut.

Di sisi lain, dampak ekonomi juga mengalir dari ajang sport pariwisata tersebut bagi daerah penyelenggara dan masyarakat setempat. Kita bisa mencermati hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di lokasi dan sekitar LPS Half Marathon 2023.

Pelajar berkostum tari topeng hitam meramaikan acara Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025). Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 diikuti oleh kurang lebih 11.500 pelari yang berkompetisi dalam tiga kategori yaitu marathon, half marathon, dan 10K. Ajang maraton tahunan yang menyandang Label Elite dari Atletik Dunia ini menampilkan pelari dari 39 negara.

Hasil survei mencatat adanya peningkatan pendapatan yang dilaporkan 27,3 persen responden selama acara berlangsung dibandingkan hari biasa. Begitu pula 58,3 persen responden pelaku usaha akomodasi juga mengalami peningkatan pendapatan usaha selama ajang LPS Half Marathon.

Ajang Half Marathon yang diadakan di Jakarta tidak hanya dirasakan oleh warga Jakarta saja. Hal senada juga diungkapkan warga sekitar lokasi digelarnya Borobudur Marathon.

Peningkatan pendapatan juga dirasakan warga sekitar Borobudur saat Borobudur Marathon berlangsung. Survei yang dilakukan Litbang Kompas terhadap pelaku usaha akomodasi pada Borobudur Marathon 2025 menunjukkan 83,3 persen responden mengalami peningkatan pendapatan. Sentimen serupa juga dilaporkan oleh 65,5 persen responden sektor usaha makanan dan minuman (Litbang Kompas).

Apa yang dapat Anda pelajari dari artikel ini?

1. Bagaimana olahraga menjadi atraksi wisata yang menarik?

2. Bagaimana tren perkembangan sport pariwisata di Indonesia saat ini?

3. Apa dampak positif peningkatan wisata olahraga?

1. Bagaimana olahraga menjadi atraksi wisata yang menarik?

Mengapa Wisata Olahraga Populer Saat Ini?

Di Indonesia, wisata olahraga sebenarnya sudah lama dikembangkan. Ada dua jenis wisata olah raga yang diselenggarakan di Indonesia, yaitu wisata olah raga keras dan wisata olah raga lunak.

Pariwisata keras mengacu pada acara kompetitif reguler, seperti Asian Games atau Sea Games. Sementara itu, wisata olah raga lunak biasanya mencakup olah raga yang biasa dilakukan masyarakat atau olah raga tertentu di luar multiolahraga, misalnya lari maraton, lari santai, bersepeda, dan selancar.

Beberapa di antaranya sudah pernah tampil di kancah internasional dan menjadi bagian dari kompetisi-kompetisi yang dinantikan. Pada cabang olah raga bersepeda misalnya, Indonesia sudah memiliki beberapa perlombaan bertaraf internasional.

Tingginya tingkat partisipasi dan minat terhadap sejumlah kegiatan wisata olahraga di Indonesia memberikan dampak yang sangat positif terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

Wisata olahraga memang diselenggarakan untuk membantu mempromosikan potensi wisata daerah. Pendekatan ini berhasil meningkatkan popularitas destinasi wisata dan potensi daerah tempat diadakannya kompetisi.

2. Bagaimana tren perkembangan sport pariwisata di Indonesia saat ini?

Mengapa Wisata Olahraga Populer Saat Ini?

Fenomena sport pariwisata di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda positif. Hal ini mengacu pada Data Statistik Wisatawan Domestik Tahun 2022 hingga 2024 yang menunjukkan adanya peningkatan wisatawan lokal yang melakukan wisata olahraga.

Pada tahun 2022, 4,06 persen wisatawan atau 29,8 juta perjalanan domestik melibatkan kegiatan wisata olahraga. Dua tahun berikutnya persentasenya meningkat menjadi 5,93 persen atau 60,55 juta perjalanan.

Para pelaku industri olahraga dan pariwisata berlomba-lomba menyelenggarakan kegiatan wisata olahraga dengan berbagai jenis event. Di bidang olahraga lari misalnya, jumlah event lari yang tercatat di website KalenderLari dari tahun 2022 hingga 2025 mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2022 tercatat ada 94 event lari, sedangkan pada tahun 2025 tercatat kurang lebih 556 event.

Di tingkat global, pengembangan sport pariwisata juga dipandang sebagai peluang bagi industri pariwisata. Organisasi global UN Tourism pada tahun 2023 menyatakan nilai wisata olahraga diperkirakan mencapai 609 miliar dolar AS.

Nilainya diperkirakan akan tumbuh hingga 16 persen pada tahun 2030. Prospek pengembangan sport pariwisata dipandang sebagai tren yang konsisten dan akan terus tumbuh seiring dengan perubahan gaya hidup menuju gaya hidup yang lebih sehat.

Tingginya minat masyarakat untuk mencoba kegiatan sport pariwisata setidaknya didorong oleh dua hal.

Pertama, meningkatnya kesadaran akan kesehatan pasca pandemi Covid-19 dan munculnya tren gaya hidup sehat saat ini, khususnya di kalangan anak muda.

Kedua, perubahan perilaku wisatawan mulai mengedepankan pengalaman bermakna dibandingkan sekedar mengunjungi tempat wisata.

3. Apa dampak positif peningkatan wisata olahraga?

Mengapa Wisata Olahraga Populer Saat Ini?

Wisata olahraga membawa dampak positif, tidak hanya secara sosial tetapi juga ekonomi. Secara sosial, wisata olah raga menimbulkan fenomena pencitraan baru bagi daerah-daerah yang menyelenggarakan kegiatan wisata olah raga tersebut.

Untuk kawasan perkotaan, wisata olah raga menyeimbangkan hiruk pikuk kota besar. Sedangkan untuk kawasan perdesaan dan kawasan budaya, wisata olah raga menambah warna keunikan lokal daerah tersebut.

Di sisi lain, dampak ekonomi juga mengalir dari ajang sport pariwisata tersebut bagi daerah penyelenggara dan masyarakat setempat. Kita bisa mencermati hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di lokasi dan sekitar LPS Half Marathon 2023.

Pelajar berkostum tari topeng hitam meramaikan acara Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025). Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 diikuti oleh kurang lebih 11.500 pelari yang berkompetisi dalam tiga kategori yaitu marathon, half marathon, dan 10K. Ajang maraton tahunan yang menyandang Label Elite dari Atletik Dunia ini menampilkan pelari dari 39 negara.

Hasil survei mencatat adanya peningkatan pendapatan yang dilaporkan 27,3 persen responden selama acara berlangsung dibandingkan hari biasa. Begitu pula 58,3 persen responden pelaku usaha akomodasi juga mengalami peningkatan pendapatan usaha selama ajang LPS Half Marathon.

Ajang Half Marathon yang diadakan di Jakarta tidak hanya dirasakan oleh warga Jakarta saja. Hal senada juga diungkapkan warga sekitar lokasi digelarnya Borobudur Marathon.

Peningkatan pendapatan juga dirasakan warga sekitar Borobudur saat Borobudur Marathon berlangsung. Survei yang dilakukan Litbang Kompas terhadap pelaku usaha akomodasi pada Borobudur Marathon 2025 menunjukkan 83,3 persen responden mengalami peningkatan pendapatan. Sentimen serupa juga dilaporkan oleh 65,5 persen responden sektor usaha makanan dan minuman (Litbang Kompas).