Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup sedang menjajaki teknologi peralihan pengelolaan sampah untuk mengurangi emisi metana sambil menunggu pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat di Jakarta, Kamis, mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PSEL) di beberapa lokasi, termasuk Jakarta, untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA Terpadu Bantargebang.
“Tetapi pertanyaannya sekarang adalah apa yang bisa dilakukan dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ini juga tantangan kita. Kita memerlukan semacam teknologi transisi untuk memastikan emisi metana berkurang tanpa harus menunggu fasilitas beroperasi,” ujarnya.
Metana dihasilkan dari sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan sampah tanpa pengelolaan yang baik. Sebagai gas rumah kaca, metana berkontribusi terhadap perubahan iklim dan dapat memicu kebakaran TPA saat cuaca panas ekstrem.
Jumhur mengatakan teknologi transisi diperlukan mengingat timbulan sampah yang terus menerus setiap harinya.
Oleh karena itu, sambil menunggu selesainya proyek PSEL, diperlukan teknologi alternatif untuk mengurangi penumpukan sampah.
Berita terkait: Presiden Prabowo menunjuk pemimpin buruh sebagai Menteri Lingkungan Hidup
“Saat ini kami sedang menyelesaikan langkah-langkah kami, termasuk teknologi yang dikembangkan oleh inovator lokal yang dapat segera mengurangi emisi gas metana,” ujarnya.
Jumhur juga mengatakan bahwa ia membahas masalah sampah dengan mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim, karena sampah berdampak langsung pada masyarakat dan melibatkan banyak pemangku kepentingan.
Keduanya tidak hanya membahas upaya pengurangan sampah, namun juga pengelolaan sampah yang dapat menghasilkan nilai tambah.
Mereka juga membahas keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah, termasuk pemulung, dan inovasi yang mengubah sampah menjadi produk seperti paving block.
Jumhur mengatakan, Emil Salim sempat berpesan untuk melibatkan kelompok masyarakat dalam gerakan lingkungan hidup.
“Gerakan lingkungan hidup tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup saja, namun menjadi tanggung jawab semua pihak. Kita harus menghormati pihak-pihak yang secara sukarela berupaya menyelamatkan bumi dan lingkungan hidup,” ujarnya.
Berita terkait: Proyek sampah menjadi energi di Jakarta diperkirakan mencapai US$1 miliar: Danantara
Related news: President Prabowo praises Banyumas TPST as national waste model
Translator: Prisca Triferna, Resinta Sulistiyandari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
