Denpasar, Bali (ANTARA) – Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir meminta para menteri di kawasan ASEAN menyelenggarakan pesta olahraga berskala internasional di luar SEA Games untuk memperkuat kolaborasi regional.
Usai membuka Pertemuan Tingkat Menteri Pemuda dan Olahraga Asia Tenggara 2026 yang digelar di Sanur, Bali, Senin, Thohir menyampaikan potensi besar di Asia Tenggara untuk mengembangkan kejuaraan olahraga bersama, mengingat wilayah tersebut berpenduduk sekitar 650 juta jiwa dan mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat.
Ia yakin sektor pariwisata olahraga dan industri olahraga dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan perekonomian daerah di masa depan.
“Kita punya wilayah yang berpenduduk 650 juta jiwa. Ini salah satu wilayah terbesar di dunia, dengan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Kami juga melihat bahwa wisata olahraga dan industri olahraga memang menjadi bagian dari pembangunan ekonomi masa depan,” kata Menkeu.
Ia kemudian mencontohkan keberhasilan kejuaraan maraton di berbagai kota global, seperti London, Boston, New York, dan Tokyo, yang telah menarik partisipasi global sekaligus meningkatkan perekonomian lokal.
Oleh karena itu, ia mendorong negara-negara Asia Tenggara untuk menciptakan event serupa, seperti lomba maraton atau balap sepeda lintas alam, yang dapat menjadi identitas daerah.
“Kenapa Asia Tenggara tidak punya maratonnya sendiri? Singapura, Timor Leste, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan lain-lain bisa dilibatkan untuk menciptakan sinergi program olahraga,” sarannya.
Selain memperkenalkan event baru, Thohir juga menyoroti pentingnya penyempurnaan SEA Games untuk semakin memperkuat keberlanjutannya sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet di level yang lebih tinggi seperti Asian Games dan Olimpiade.
Dia mengatakan SEA Games harus menjaga konsistensi rangkaian olahraga sehingga para atlet berprestasi, termasuk peraih medali Olimpiade regional, dapat terus berkompetisi, mengingat bahwa tantangan seperti pengecualian olahraga tertentu terkadang menghalangi mereka untuk berpartisipasi.
Ia juga menekankan perlunya kesepahaman antar negara dan Komite Olimpiade Nasional (NOCs) untuk merumuskan format yang lebih ideal dalam penyelenggaraan SEA Games mendatang.
Selain itu, Thohir menilai kemajuan SEA Games bukan untuk kepentingan satu negara tuan rumah, melainkan untuk memperkuat ekosistem olahraga Asia Tenggara secara keseluruhan.
Dalam forum tersebut, beberapa negara juga menyatakan keterbukaannya untuk menjadi tuan rumah SEA Games ke depan, termasuk Laos yang menyatakan kesiapannya pada tahun 2031.
Pertemuan Tingkat Menteri Pemuda dan Olahraga Asia Tenggara 2026 merupakan pertemuan tingkat tinggi antar menteri yang bertanggung jawab di bidang pemuda dan olahraga di kawasan Asia Tenggara.
Diprakarsai oleh Indonesia, forum ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis dan mendorong kolaborasi pemuda dan diplomasi olahraga di kawasan.
Tema pertemuan ini adalah “Memperkuat Kolaborasi Pemuda dan Diplomasi Olahraga Asia Tenggara untuk Masa Depan yang Berketahanan,” yang mencerminkan komitmen bersama untuk membangun masa depan yang berketahanan di kawasan ini melalui olahraga.
Berita terkait: Erick Thohir akan mengundang para menteri ASEAN membahas reformasi SEA Games
Berita terkait: Indonesia mendorong strategi pemuda ASEAN pasca-2025 ke depan
Berita terkait: Menpora RI bertemu M’sia dan rekan S’pore di Paris
Translator: Rolandus Nampu, Resinta Sulistiyandari
Redaktur: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
