June 7, 2026

Weekly Indonesia News

All About Indonesian News

Indonesia: OJK mendesak industri keuangan untuk meningkatkan keamanan transaksi digital

Indonesia: OJK mendesak industri keuangan untuk meningkatkan keamanan transaksi digital

Jakarta (VNA) – Di tengah pesatnya ekspansi pembayaran elektronik dan layanan keuangan digital, Indonesia mendesak lembaga keuangan untuk memperkuat keamanan transaksi guna melawan ancaman dunia maya yang semakin canggih, khususnya serangan ransomware dan penipuan yang dimungkinkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Pada tanggal 4 Juni, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan bahwa peningkatan kemampuan keamanan siber telah menjadi kebutuhan mendesak karena pembayaran digital terus tumbuh pesat di seluruh negeri.

Tri Herdianto, Kepala Direktorat Advokasi Hukum Konsumen OJK, mengatakan kesiapan industri dalam memperkuat keamanan transaksi digital kini menjadi hal yang penting. Ketahanan terhadap penipuan bukan lagi sekadar persoalan teknis atau teknologi, namun menjadi pilar utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan menjamin keberlanjutan usaha di sektor jasa keuangan.

Menurut Bank Indonesia, negara ini mencatat 14,82 miliar transaksi pembayaran digital pada kuartal pertama tahun 2026, naik 37,69% dibandingkan tahun lalu.

Pesatnya perkembangan ekonomi digital telah mempercepat pembayaran non-tunai, e-commerce, dan layanan keuangan online. Namun, tren ini juga menciptakan risiko baru karena semakin banyak penjahat dunia maya yang mengeksploitasi teknologi AI untuk melancarkan serangan yang lebih canggih dan sulit dideteksi.

Statistik Badan Siber dan Sandi Negara menunjukkan bahwa negara ini mencatat sekitar 5,2 miliar arus lalu lintas internet yang berpotensi rentan terhadap serangan siber pada tahun 2025.

Khususnya, sekitar 94% dari ancaman tersebut melibatkan malware yang berisiko tinggi bermutasi menjadi serangan ransomware yang menghancurkan, yaitu data dienkripsi dan disandera untuk pembayaran. Serangan semacam ini telah menjadi ancaman besar bagi dunia usaha dan lembaga keuangan di seluruh dunia.

OJK mencatat, menjaga ekosistem keuangan digital mengharuskan bank, perusahaan teknologi keuangan (fintech), dan penyedia layanan pembayaran untuk meningkatkan kerja sama, berinvestasi dalam sistem deteksi penipuan yang canggih, dan mengembangkan infrastruktur keamanan bersama.

Pihak berwenang di Indonesia percaya bahwa kepercayaan masyarakat sangat penting dalam transformasi digital di sektor keuangan. Memperkuat ketahanan terhadap serangan siber tidak hanya akan membantu melindungi konsumen tetapi juga berkontribusi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di era digital./.